Marie-Antoinette dan Skandal Kalung Berlian: Skandal yang Mengguncang Monarki
📹 Tonton video kami tentang Skandal Kalung Berlian:
1785: Skandal yang Mengejutkan Versailles
Pada tahun 1785, istana Prancis diguncang oleh salah satu skandal paling sensasional dari Ancien Régime: Skandal Kalung Berlian. Penipuan berani ini, yang melibatkan kardinal de Rohan dan petualang Jeanne de la Motte, merusak reputasi Marie-Antoinette secara tak terpulihkan dan berkontribusi pada kejatuhan monarki.
Sebuah Kalung untuk Seorang Ratu
Kalung yang dimaksud adalah perhiasan luar biasa, dibuat oleh perajin istana Boehmer dan Bassenge. Kalung ini berisi 647 berlian dengan total berat 2.800 karat dan awalnya ditujukan untuk Madame du Barry, selir Louis XV. Setelah kematian raja pada 1774, para perajin tetap memegang karya seni yang tak terjual ini senilai 1,6 juta livre—jumlah yang sangat besar pada masa itu.
Para Pelaku Penipuan
Kardinal de Rohan: Anggota salah satu keluarga paling berkuasa di Prancis, kardinal ini bermimpi untuk mendapatkan kembali perhatian Marie-Antoinette, yang membencinya sejak masa jabatannya sebagai duta besar di Wina.
Jeanne de la Motte: Seorang petualang yang mengaku keturunan Valois, memiliki akses ke istana dan mengetahui kelemahan kardinal.
Graf de Cagliostro: Seorang penipu dan alkemis terkenal, teman kardinal, yang berperan dalam konspirasi tersebut.
Rencana Penipuan
Jeanne de la Motte meyakinkan kardinal de Rohan bahwa Marie-Antoinette diam-diam ingin membeli kalung itu, tetapi tidak bisa melakukannya secara terbuka karena harganya yang tinggi. Kardinal, buta oleh keinginannya untuk mendapatkan kembali perhatian sang ratu, setuju untuk bertindak sebagai perantara.
Jeanne bahkan mengatur pertemuan malam hari di taman Versailles antara kardinal dan seorang wanita yang menyamar sebagai ratu (sebenarnya seorang pelacur bernama Nicole Leguay d'Oliva). Pertemuan ini meyakinkan kardinal sepenuhnya akan keaslian konspirasi tersebut.
Penemuan Penipuan
Pada Agustus 1785, saat pembayaran pertama untuk kalung jatuh tempo, para perajin menyadari bahwa mereka telah ditipu. Kalung itu telah dibongkar dan berlian-berliannya telah dijual di seluruh Eropa. Skandal meledak ketika kardinal de Rohan ditangkap pada 15 Agustus 1785, hari Maria Diangkat ke Surga, di Ruang Cermin Versailles, mengenakan pakaian seremonialnya.
Persidangan dan Dampaknya
Persidangan di Parlemen Paris menjadi sensasi. Marie-Antoinette, meskipun benar-benar tidak bersalah, dihukum oleh opini publik. Rakyat percaya bahwa sang ratu terlibat dalam penipuan tersebut, yang memperkuat reputasinya sebagai penguasa yang boros dan tidak bermoral.
Kardinal de Rohan dibebaskan oleh Parlemen, sebuah penghinaan bagi keluarga kerajaan. Jeanne de la Motte dijatuhi hukuman cambuk, merek, dan penjara seumur hidup, tetapi berhasil melarikan diri ke London di mana ia menerbitkan memoarnya yang menuduh Marie-Antoinette.
Peran Lorraine
Ironisnya, asal-usul Marie-Antoinette dari Lorraine berperan dalam skandal ini. Kardinal de Rohan pernah menghina Marie-Antoinette selama masa jabatannya sebagai duta besar di Wina dengan melaporkan negatif tentang ibunya, Maria Theresia dari Austria. Namun ia juga meremehkan koneksi Lorraine sang ratu—ayahnya, Frans dari Lorraine, telah memberinya wawasan politik tajam yang membantunya melihat penipuan ini, meskipun ia tidak bisa menyelamatkan reputasinya.
Jalan Menuju Revolusi
Skandal Kalung Berlian menjadi titik balik dalam persepsi publik terhadap Marie-Antoinette. Meskipun benar-benar tidak bersalah, ia dipandang sebagai simbol korupsi dan pemborosan istana. Skandal ini berkontribusi pada terkikisnya rasa hormat terhadap monarki dan mempercepat datangnya Revolusi Prancis.
Empat tahun kemudian, pada 1789, Revolusi meletus. Seruan "l'Autrichienne" (si Austria) akan menghantui Marie-Antoinette hingga ke guillotine pada 1793.
📖 Ingin tahu lebih banyak tentang Marie-Antoinette?
Temukan Marie Antoinette - Ratu Prancis oleh J.-J.-E. Roy, sebuah biografi lengkap tentang ratu terakhir Prancis, termasuk informasi rinci tentang Skandal Kalung Berlian dan nasib tragisnya.
Tersedia dalam format digital (unduhan langsung) dan cetak (print-on-demand dengan pengiriman gratis).